April 20, 2007

Bubuka: Dongeng Si Encep

Aku juga tidak pernah membayangkan kalau suatu saat akan mendapat kesempatan mengunjungi beberapa kota besar di sejumlah negara: Paris, Amsterdam, Salsburg, M√ľnchen, Berlin, dan banyak kota cantik lain di Eropa, kemudian Osaka, Nara, Kyoto, dan Tokyo di Negara Matahari Terbit, Jepang. Bahkan sejak Agustus 2006 lalu aku boyongan keluarga untuk tinggal di Bonn, sebagai “Gastwissenschaftler” dari the Alexander von Humboldt Stiftung, sebuah Yayasan terkemuka dan bergengsi di Jerman.

Dulu, ketika pertama kali mau nyobain naik pesawat saja, rasanya heboh banget! Saat itu tahun 1999, ketika aku diundang oleh kawan-kawan di Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat untuk mendiskusikan buku pertama karanganku, Menyoal Wahdatul Wujud, aku masih ingat, betapa ngebetnya aku kepengen duduk di dekat jendela pesawat terbang agar aku bisa melihat-lihat pemandangan di luar pesawat….yah, maklumlah aku ini si Encep yang orang kampung!

Saterasna....

MASA KECIL DI KAMPUNG HALAMAN...

2 comments:

celestialjewel said...

salam kenal. saya alumnus MAN Cipasung juga. ceritanya menarik.

@celestialjewel said...

Salam kenal juga, makasih atas kunjungannya.